Showing posts with label sayuran. Show all posts
Showing posts with label sayuran. Show all posts

Tuesday, October 27, 2015

21 Cara Menanam Tomat Hidroponik Mudah

21 Cara Menanam Tomat Hidroponik Mudah – Tomat merupakan jenis buah yang digolongkan dalam jenis sayuran. Tomat banyak digunakan sebagai makanan tambahan yang berguna untuk menambah suplay nutrisi di dalam  tubuh kita. Tomat kaya akan vitamin C yang tidak dimiliki sayuran lainnya.

Cara menanam tomat dengan metode hidroponik sebetulnya sangat mudah hanya saja diperlukan pengetahuan sebelum memulainya. Dengan begitu anda tidak perlu repot-repot lagi untuk membeli tomat di pasar karena di kebun belakang rumah anda sudah ada. Selain itu tomat yang ditanam sendiri pun lebih di jamin kebersihan serta kesehatannya ketimbang harus membeli tomat di pasar.
Baca Juga: cara menanam tomat mudah di polybag
 
21 Cara Menanam Tomat HIdroponik Mudah

Maka dari itu tidak ada salahnya anda  menanam sayuran yang satu ini di halaman rumah anda. Untuk lebih jelasnya seputarpertanian akan memberikan info lengkap tentang cara menanam tomat hidroponik mudah yang dapat anda praktekan langsung di rumah.


Langkah-langkah cara menanam tomat hidroponik

Persiapan sebelum menanam
21 Cara Menanam Tomat HIdroponik Mudah

Sebelum anda menanam tomat ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang tanaman tomat. Tomat baik  tumbuh pada dataran sedang hingga tinggi dengan suhu sekitar 55-75 derajat celcius. Kelembaban yang baik untuk tomat yaitu 40-50%.

Setelah itu siapkan botol-botol plastik bekas yang dapat anda dapatkan disekitar rumah anda sebagai tempat media tanam. Sebelum ditanam sebaiknya tomat disemai terlebih dahulu dengan menggunakan media tanam cocopeat. Persemaian selesai ketika benih telah berumur 2-3 minggu dengan di letakkan di bawah  sinar matahari langsung agar merangsang pertumbuhannya. Setelah itu bibit siap dipindahkan ke media hidroponik.

Memindahkan tomat ke media hidroponik
21 Cara Menanam Tomat HIdroponik Mudah

Setelah tanaman disemai selama 2-3 minggu biasanya batang sudah tumbuh dan siap dipindahkan ke media gelas plastik  yang telah dilubangi  dengan diisi pecahan batu bata, batu split atau kerikil.  Lalu tancapkan akar tomat kedalamnya dengan catatan akar tersebar.  Setelah itu masukan media tanam gelas plastik itu ke sistem paralon hidroponik yang telah dilubangi atasnya menyesuaikan lubang gelas plastik.

Perawatan

21 Cara Menanam Tomat HIdroponik Mudah

Kelebihan dari sistem hidroponik adalah tanaman sudah tidak perlu disiram. Selain itu resiko terserang hama juga sangat kecil. Jadi yang harus anda lakukan hanyalah pemupukan. Pemupukan dapat anda berikan pupuk organik cair yang diteteskan kedalam sistem hidroponik. Pemupukan dilakukan sekitar 2 minggu setelah tanam  dan dua minggu selanjutnya.

Pemanenan


21 Cara Menanam Tomat HIdroponik Mudah

Setelah anda lakukan pemupukan secara rutin sesuai jadwal dan dengan pemeliharaan yang baik pula maka dalam waktu 50-60 hari  tomat anda sudah dapat dipanen. Selamat menikmati tomat yang sehat dan bebas dari pestisida!!!

Itulah tadi cara menanam tomat hidroponik mudah yang dapat anda praktekan dirumah. Syangi keluarga anda dengan makanan organik!!!

Sunday, September 6, 2015

Cara Menanam Wortel Agar Panen Meningkat


Cara Menanam Wortel Agar Panen Meningkat
Cara Menanam Wortel Agar Panen Meningkat

Cara Menanam Wortel Agar Panen Meningkat – Sama dengan postingan sebelumnya, kita masih akan membahas tentang budidaya umbi-umbian. Jika pada posting sebelumnya kita membahas tentang panduan sukses cara menanam kentang, nah pada artikel kali ini kita akan membahas tentang saudara kentang  yaitu wortel. Yap wortel! Buah umbi dengan warna orange cerah yang kita kenal kaya akan vitamin A. Wortel atau nama ilmiahnya Daucus carota L. memiliki 3 jenis yang berbeda yaitu jenis imperator dengan buahnya yang bulat dan panjang. Lalu jenis cantenay umbinya bulat dan cerah yang terakhir jenis nantes merupakan capuran dari kedua jenis yang telah disebutkan.
Sama dengan tanaman kentang, wortel juga dapat tumbuh hanya didataran tinggi diatas 1200 mdpl dengan tanah yang banyak humus wortel akan tumbuh dengan sangat baik.Sedangkan jenis tanah yang paling baik untuk wortel adalah jenis tanah vulkanik. Wortel dapat tumbuk sempurna pada tanah dengan kadar keasaman tanah kisaran pH 5-6,5.

Persiapan Lahan

Tahap awal persiapan lahan adalah dengan membajak lahan hingga kedalaman 30-40cm. Setelah lahan dibajak dengan baik lalu campurkan pupuk kandang ke lahan dengan dosis 10-15 ton per hektar, biarkan selama  5-7 hari. Langkah selanjutnya adalah membuat bedengan dengan tinggi 30-35 cm lebar 40 cm dan jarak antar bedengan adalah 40-50 cm. setelah bedengan telah selesai dibuat lalu buatlah garitan/larikan untuk memasukkan bibit kedalam lahan.

Penanaman

Benih wortel berbeda dengan benih kentang yang berupa umbi. Pada tanaman wortel benihnya adalah biji yang berukuran kecil-kecil. Pilihlah benih yang memiliki mutu yang unggul. Benih wortel dapat dibeli di toko-toko pertanian. Setelah benih siap lalu tebarkan benih pada larik yang telah disiapkan. Setelah benih dimasukkan tutup kembali dengan tanah tanpa harus menekannya. Untuk kebutuhan benih per hektar adalah 4-5 kg/ha. Tanaman akan mulai tumbuh pada hari ke 8-10 setelah tanam.

Pemeliharaan tanaman

Untuk budidaya wortel organic, pemupukan dapat dilakukan dengan memberikan tanaman pupuk organic cair atau bisa juga dengan pupuk kompos. tebarkan kompos sebanyak 15 kg per hektar. Sedangkan untuk budidaya wortel non organic pupuk yang dapat diberikan ketanaman berupa urea dan KCl, untuk dosis urea 200kg/ha sedangkan KCL 100 kg/ha.

Tanaman wortel dapat tumbuh baik apabila terhindar dari gangguan gulma maka dari itu pentingnya penyiangan harus dilakukan. Sedangkan untuk penyiraman, cukup lakukan penyiangan dengan frekwensi 2 kali dam seminggu.

Pada budidaya wortel memang terdapat hama dan penyakit yang mengganggu. Ada beberapa hama yang mengganggu pertumbuhan wortel salah satu diantaranya adalah hama ulat. Untuk pengendaliannya kita cukup membersihkan ulat dari daerah sekitar pertanaman atau bisa juga menggunakan insektisida. Selain ulat hama lainnya yang berpotensi mengganggu adalah kutu pada daun. Kutu daun dapat merusak daun dengan cara memakannya. Apabila hal tersebut terjadi maka gunakanlah insektisida untuk membasminya.

Untuk penyakit yang menyerang tanaman wortel adalah penyakit bercak daun yang sangat meresahkan banyak petani. Pengendalian penyakit ini bisa dengan mengaplikasikan fungisida pada tanaman.

Panen

Tanaman wortel baru dapat dipanen setelah 90 hari dari waktu penanaman. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut tanaman wortel. Pencabutan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak ada wortel yang patah didalam tanah. Setelah wortel dipanen lalu dicuci hingga tanah yang menempel pada wortel dapat bersih dan hilang sempurna.

Baca Juga:

  • Manfaat Wortel Untuk Kecantikan
  • Cara Budidaya Timun
  • Cara Budidaya  Bayam Organik
  • Cara budidaya Padi Organik dengan Metode Sri

Monday, August 31, 2015

Kiat Sukses Cara Menanam Sawi Hijau Organik


Kiat Sukses Cara Menanam Sawi Hijau Organik
Kiat Sukses Cara Menanam Sawi Hijau Organik
Kiat Sukses Cara Menanam Sawi Hijau Organik – Sawi Hijau atau sering disebut caisim atau caisin adalah tanaman sayuran yang banyak masyarakat sebagai sayur untuk melengkapi berbagai makanan seperti bakso dan mie ayam. Sawi hijau dulunya hanya terkenal dikalangan rakyat cina namun sekarang sawi hijau sudah sangat terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. Sayuran ini termasuk dalam sayuran yang mudah dibudidayakan diberbagai tempat di Indonesia sebab caisim atau caisin ini bisa tumbuh subur pada dataran rendah maupun dataran tingi. Sawi hijau yang dibudidayakan didataran tinggi akan cepat berbunga ketimbang yang dibudidayakan didataran rendah sebab pada dataran tinggi suhunya lebih rendah ketimbang di dataran rendah.

Budidaya sayuran organik saat ini memang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh banyak petani. Sayuran organik memiliki harga yang relatif lebih tinggi ketimbang sayuran non organik. Segmen pasar untuk sayuran organik pun berbeda, untuk sayuran organik segmen pasarnya pada masyarakat ekonomi menengah keatas. Distribusi awal dari pemasaran sayuran organik biasanya ditujukan ke supermarket atau pasar-pasar modern lainnya.

Cara Menanam Sawi Hijau Organik


Pengolahan Lahan
Pengolahan tanah bertujuan agar tanah pada lahan dapat lebih gembur dan memiliki sistem drainase yang baik. pengolahan tanah dapat dilakukan dengan mencangkulnya. Cangkul tanah sedalam 20-30cm lalu berikan pupuk kandang sebanyak 10 ton/ha aduk tanah bersama pupuk kandang hingga pupuk benar-benar tercampur rata dengan tanah. Setelah itu buatlah bedengan  dengan lebar bedengan 1,5 m dan tinggi 30-40 cm sedangkan jarak antar bedengan adalah 30 cm. setiap bedengan terdapat 2 larik tanama dengan jarak tanaman 30 x 30 cm.


Persemaian Benih

Ada beberapa langkah dalam proses persemaian benih.

Pembuatan Rumah Bibit
Buatlah rumah bibit dengan bambu dan atapnya menggunakan plastik. Lebar rumah bibit adalah 2 m dengan tinggi 1,5 m sedangkan panjangnya menyesuaikan jumlah bibit yang akan disemaikan.

Penyemaian
Untuk penyemaian lahan harus diberikan pupuk kandang dari kotoran ayam dan pupuk kandang dari kotoran sapi sebanyak 10 kg lakukan kira-kira 14 hari sebelum benih sawi ditabur. Untuk kebutuhan benih sendiri adalah 750 gram/ha. Tebar sawi pada lahan yang telah disiapkan lalu tutup kembali dengan tanah tipis.

Penanaman

Penanaman dilakukan ketika benih telah berumur 1 bulan. ketika benih berumur 1 bulan, benih telah memiliki 4 helai daun dan akar yang telah menguat. Lakukan penanaman dengan membuat lubang tanam terlebih dahulu sedalam 5-10 cm dengan jarak tanam 30 x 30 cm. setelah itu pindahkan bibit dari media persemaian ke dalam lubang tanam. Atur akar agar tertanam secara tegak. Lalu tutup kembali dengan tanah. Setelah proses penanaman lakukanlah penyiraman agar kelembaban tanaman tetap terjaga.

Pemeliharaan Tanaman

Kiat Sukses Cara Menanam Sawi Hijau Organik
Ilustrasi: Pemeliharaan Sawi Hijau

Penyiraman tanaman
Proses penyiraman untuk tanaman sawi bergantung terhadap musim. Pada musim kemarau lakukan penyiraman 2 kali sehari sedangkan ketika musim penghujan penyiraman dapat dilakukan 2 hari sekali tergantung kelembaban lahan.

Penjarangan
Penjarangan adalah proses pencabutan tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Penjarangan sudah dapat dilakukan ketika tanaman sawi telah berumur 2 minggu setelah tanam.

Penyulaman
Lakukanlah penyulaman bersamaan dengan proses penjarangan agar lebih menghemat waktu dan tenaga. Tanaman yang mati harus diganti dengan bibit yang baru yang lebih siap tanam dan sehat.

Pemupukan
Lakukanlah pemupukan dengan menggunakan pupuk organik cair. Pengaplikasian pupuk organik cair pun terbeling mudah kita Cuma harus mencampurkan pupuk organik cair bersama air lalu siram menggunakan handsprayer. Pemupukan dilakukan ketika tanaman telah berumur 3 minggu setelah tanam.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit haruslah menggunakan cara terpadu dengan memperhatikan pola penyerangan hama tersebut. Pengendalian hama terpadu dapat dilakukan berbagai cara diantaranya melepaskan musuh alami pada hama yang menyerang tanaman sawi tersebut. sedangkan untuk pengendalian penyakit dapat dikendalikan sejak dini dengan cara melakukan persiapan benih dan lahan dengan baik. Jangan gunakan lahan yang masa tanam sebelumnya tanaman yang ditanam terserang penyakit.

Panen

Panen dilakukan ketika sawi berumur 40-50 hari setelah penyemaian. Lakukan pemanenan pada pagi hari agar ketika pemanenan selesai sawi langsung dapat dipasarkan. Jangan simpan sawi terlalu lama karena sawi termasuk sayuran yang cepat membusuk.

Friday, August 21, 2015

Panduan Sukses Cara Menanam Seledri Organik


Panduan Sukses Cara Menanam Seledri Organik
Panduan Sukses Cara Menanam Seledri Organik

Panduan Sukses Cara Menanam Seledri Organik – Ketika kita menyebut kata seledri, mungkin yang terlintas di pikiran kita dari seledri adalah lalapan dan sambalnya yang mantap hehe. Tapi tahukah anda bahwa seledri memiliki biji yang dapat diekstraksi menjadi obat-obatan.  Budidaya seledri akan sangat baik dilakukan pada dataran tinggi dengan ketinggian 1200  meter dpl. Perlu di catat seledri akan sulit hidup pada daerah dengan curah hujan yang tinggi. Jenis tanah yang gembur dan pH 5-6,5 akan sangat baik bagi pertumbuhan seledri.

Budidaya seledri tidak begitu sulit asalkan ada niat dan kemauan. Untuk budidaya seledri sendiri ada dua teknikperbanyakan tanaman, yang pertama perbanyakan tanaman dengan cara generatif, dan cara yang kedua dengan cara vegetatif. Yang pertama kita akan membahas tentang perbanyakan dengan generatif. Ada beberapa cara yang harus diikuti agar  budidaya dapat sukses.

Biji yang akan disemai diharapkan untuk direndam terlebih dahulu pada air bersuhu 50 derajat selama 60 menit. Media  persemaian adalah campuran tanah dengan pupuk kandang. Pada media persemaian dibuat bedengan. Untuk benih seledri yang disemai harus diberi naungan berupa pelepah kelapa atau sebagainya agar benih tidak langsung terkena sinar matahari.

Selanjutnya buatlah alur garit pada bedengan dengan jarak antar garit 15 cm. Lalu tebarkan benih pada garit tersebut lalu uruk kembali dengan tanah. Benih seledri yang disemai harus selalu  lembab oleh sebab itu benih seledri harus selalu disiram pada pagi dan sore hari. setelah 30 hari benih siap dipindahkan ke polybag.

Sedangkan untuk perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan mengambil anakan tanaman seledri pada tanaman yang sudah ada. Ambil anakan tersebut lalu pindahkan kedalam polybag berukuran sedang.

Setelah benih atau anakan siap dipindahkan ke dalam polybag, siapkan terlebih dahulu media tanam dengan menyiapkan polybag berukuran sedang lalu isi dengan campuran tanah, pupuk kandang dan aranng sekam dengan perbandingan 2:1:1. Setelah semua siap semua lalu pindahkan bibit kedalam polybag dengan hati-hati.


Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman seledri tidak begitu rumit,untuk penyiraman tanaman lakukakan terus 2 kali sehari setiap pagi dan sore hingga tanaman berumur 7 hari. Setelah itu lakukan penyiraman sebanyak 3 kali dalam seminggu. Seuaikan dengan kondisi cuaca, apakah hujan atau tidak.

Berikan pupuk orgganik cair sebagai pupuk tambahan setelah pupuk kandang, cara pemberian pupuk cair dengan cara mencampurkan  pupuk cair dengan air dengan perbandingan 10ml : 1liter air. Dosis setiap polybag adalah 150 ml. lakukan pemupukan setiap 2 minggu sekali.

Sebetulnya tanaman seledri tidak begitu memiliki hama pengganggu. Namun untuk antisipasi kita harus menyiapkan cara agar hama tidak menyerang seledri, hama yang biasa menyerang seledri adalah ulat, tungau dan keong. Cara mengatasinya adalah dengan mengambil hama tersebut dengan tangan. Untuk menghindari serangan penyakit pada seledri harus dilakukan dengan serius. Cegah penyakit sedini mungkin dari pemilihan bibit hingga penyiapan media tanam.

Panen

Panen dapat dilakukan setelah seledri berumur 30-90 hari. Panen dapat dilakukan berulang kali. memanen seledri cukup mudah hanya dengan memotong pangkal batang secara berkala. ketika tanaman seledri sudah tidak produktif itu berarti masa panen telah selesai.


Panduan Umum Cara Menanam Timun Dengan Baik dan Benar


Panduan Umum Cara Menanam Timun Dengan Baik dan Benar
Panduan Umum Cara Menanam Timun Dengan Baik dan Benar

Panduan Umum Cara Menanam Timun Dengan Baik dan Benar – Timun atau mentimun adalah tanaman merambat yang memiliki buah dengan kanduangan air yang banyak. Timun termasuk dalam keluarga labu-labuan seperti halnya semangka dan labu siam. Timun memiliki rasa yang hambar atau tidak memiliki rasa, walaupun timun berasa hambar timun memiliki banyak khasiat bagi pengkonsumsinya.

Beberapa khasiat timun adalah menetralkan racun dalam tubuh, dapat meredakan bau pada mulut, menyehatkan serta mencantikkan mata.
Untuk sahabat pertanian yang ingin belajar menanam timun, berikut akan kami paparkan Cara Menanam Timun Yang Baik dan benar.

Syarat Tanam

  • Tanaman yang satu inii dapat tumbuh pada ketinggian 800-1200 mdpl.
  • Suhu terbaik untuk pertumbuhan timun adalah 21-26 derajat celcius
  • Timun membutuhkan tanah dengan pH 6-7,5

 

1.  Persiapan Lahan

Tahap pertama persiapan lahan adalah dengan cara membajak lahan dengan menggunakan cangkul. Cangkul tanah hingga kedalaman 30 cm kemudian buatlah bedengan. Bedengan harus memiliki lebar 30 cm jarak antar  bedengan 30 cm, buatlah drainase agar air dapat mengalir dengan baik. untuk panjang bedengan harus menyesuaikan luas lahan.

Panduan Umum Cara Menanam Timun Dengan Baik dan Benar
Persiapan Lahan


Setelah tahap tersebut selesai berikan mulsa plastik silver pada permukaan lahan. Buatlah lubang pada mulsa dengan diameter 10cm, jarak antar lubang adalah 30cm. Setelah langkah tersebut dilakukan aplikasikan pupuk kandang pada lubang tersebut.

 

2.  Penanaman

 
Panduan Umum Cara Menanam Timun Dengan Baik dan Benar
Tahap Penanaman

Timun sangat baik dibudidayakan pada musim kemarau oleh karena itu awal penanaman sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Lubangi lubang pada mulsa dengan kedalaman 5 cm. lalu masukkan bibit 3-5 buah/lubang pendam kembali bibit yang telah dimasukkan kedalam lubang.

 

3.  Perawatan

Untuk perawatan timun tidak berbeda dengan tanaman labu-labuan yang lainnya. Pengairan tanaman dilakukan pada umur timun berumur 4 hari ketika bibit sudah berkecambah. Pengairan selanjutnya dilakukan pada saat tanaman berumur 2  minggu ketika bibit timun sudah tumbuh batang. Tanah yang disiram air jangan sampai menggenang hanya cukup terlihat lembab.


Panduan Umum Cara Menanam Timun Dengan Baik dan Benar


Untuk pemupukan timun, aplikasikan pupuk kandang, urea, TSP dan KCl. Yang pertama pada saat pengolahan tanah aplikasikan pupuk kandang pada tanah agar unsur hara tanah dapat tersedia. Untuk dosis urea perhektar adalah 80kg. Sedangkan dosis untuk TSP dan KCL adalah 35 kg/ha dan 20 kg/ha. 


4.  Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman timun adalah kepik dan karat daun. Untuk pengendalian hama kepik bisa dengan cara tidak memberikan kesempatan hidup pada kepik. Bunuh telur kepik dengan menggunakan insektisida. Sedangkan karat daun dapat dibasmi dengan fungisida.

 

5.  Panen

Setelah  timun berumur 3 ½ bulan barulah timun dapat dipanen. Lakukan panen setiap hari. setelah dipanen lakukanlah penyortiran pada buah timun, untuk membedakan timun dengan kualitas tertentu. Timun dapat digolongkan berdasarkan bentuk, ukuran, dan warna.



Thursday, August 20, 2015

Kiat Sukses Cara Budidaya Bayam Organik


Kiat Sukses Cara Budidaya Bayam Organik – Sayuran yang satu ini memang sangat popular di semua kalangan orang. Bayam banyak diolah menjadi makanan yang kaya manfaat. Diperkirakan bayam berasal dari Amerika bagian selatan kemudian sekitar abad ke 19 melalui perdagangan internasional bayam mulai dibawa ke Indonesia dan sekarang bayam telah menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk konsumsi sehari-hari. Dahulu sebelum dimanfaatkan sebagai makanan, bayam adalah tanaman hias yang digunakan untuk menghias taman dan halaman rumah.
Kiat Sukses Cara Budidaya Bayam Organik
Kiat Sukses Cara Budidaya Bayam Organik

Budidaya bayam di Indonesia sudah sangat popular. Di pulau jawa budidaya bayam banyak terdapat di jawa timur, jawa tengah dan jawa barat. Bayam terdiri dari 2 jenis, yang pertama adalah bayam cabut dengan nama ilmiah A. tricolor L batang berwarna agak merah dan hijau agak keputihan. Bayam yang kedua adalah bayam skop atau  A hybridus L  cirinya daunnya lebar, panjang dan agak runcing.

Budidaya bayam organik pada dasarnya sama dengan budidaya bayam non organik hanya saja pada aplikasi pupuk bayam organik menggunakan pupuk organik dan juga dalam pengendalian hama menggunakan metode pengendalian hama terpadu bukan menggunakan perstisida. Untuk lebih lengkapnya tentang budidaya bayam organik akan saya paparkan sedikit kiat sukses budidaya bayam organik berikut.

Syarat Tumbuh 
  • Bayam dapat hidup pada ketingian 0-1200 mdpl
  • Suhu optimum 17-20 derajat celcius
  • Kelembaban sedang berkisar 60-70%
  • pH netral

Teknik Budidaya

Penyiapan benih

Benih yang diambil adalah benih yang berasal dari bayam yang sudah berumur 90 hari. Benih bayam yang diambil bisa langsung digunakan sebab untuk benih bayam tidak memerlukan masa dorman.

Pengolahan lahan

Langkah pertama dalam pengolahan lahan adalah dengan cara membajak lahan dengan cangkul. Lalu dibuat bedengan dengan lebar 80-100 cm dengan tinggi bedengan 30 cm, jarak antar bedengan dibuat sekitar 40 cm.

Aplikasikan dolomit apabila tanah terlalu asam. Setelah itu teberkan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam atau kotoran kambing dengan dosis 5 ton/ha. 

Penebaran benih

Tebar benih bayam kelahan dengan menggunakan saringan. Benih bayam sangat kecil  oleh sebab itu penggunaan saringan sangat bermanfaat untuk menyeragamkan benih yang ditebar. Kapasitas tebaran benih bayam adalah 1gram/m2 .

Pemeliharaan tanaman

Dalam budidaya bayam  organik pemeliharaan tanaman harus benar-benar di lakukan dengan serius. Untuk benih yang baru ditebar  harus selalu disiram air paling tidak 2x sehari. Penyiraman yang intensif dilakukan agar benih bayam terjaga kelembabannya.

Penyiangan harus dilakukan ketika benih berkecambah. Ketika benih tumbuh kecambah pasti gulma selalu tumbuh disekitar benih. Siangi gulma yang berada pada sekitar tanaman. Apabila hama terdapat hama yang serius menyerang tanaman dan mengakibatkan tanaman rusak. Gunakan pestisida organik/hayati. Jamur juga berpotensi timbul pada tanaman, lakukan pengendalian yang serius agar bayam tetap terjaga kesehatannya.

Panen

Bayam mulai bisa dipanen mulai usia 3 minggu. Rata-rata bayam perhektar dapat menghasilkan 15-20 ton cabutan. Bayam yang dicabut disortir dari kualitasnya dan bentuknya, ikat bayam dan angkut kepasar untuk dijual.

Monday, August 17, 2015

Panduan Lengkap cara menanam cabe rawit

Panduan Lengkap cara menanam cabe rawit
Panduan Lengkap cara menanam cabe rawit

Panduan Lengkap cara menanam cabe rawit- Cabe adalah salah satu komoditas pertanian yang selalu mengalami fluktuasi. Harga cabe yang tinggi saat ini berkisar antara Rp.80.000 – Rp.100.000 per kg membuat banyak petani berbondong-bondong menanam cabe. Namun harga cabe bisa menjadi sangat murah ketika panen raya harganya dapat terjun ke kisaran Rp.3.000 per kg. Dengan kondisi cabe yan sangat berfluktuatif ini tidak semata-mata menurunkan minat petani untuk menanam komoditi yang satu ini, sebab keuntungan yang dijanjikan dalam budidaya cabe memang sangat menggiurkan apalagi ditambah dengan teknik budidayanya yang tidak terlalu rumit.

Benua Amerika adalah kampung halaman dari Cabe rawit (Capsicum frustescens). Tanaman ini dapat tumbuh baik di daerah tropis. Cabe rawit dapat tumbuh subur pada ketinggian 0-600 mdpl. Cabe rawit juga bisa berbuah pada ketinggian 1000  mdpl namun periode panennya tidak secepat di daerah tropis. Budidaya cabe rawit juga memiliki tingkat resiko gagal panen yang rendah ketimbang cabe merah besar, tanaman ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit.
Berikut panduan lengkap cara menanam cabe rawit.


 Pemilihan/penyeleksian benih cabe rawit

Banyak sekali perusahaan yang menawarkan benih cabe rawit bermutu misalnya hibrida dll. Namun apabila harga benih mahal dan sulit diperoleh kita dapat mendapatkan benih sendiri.
Periode buah hasil panen yang bisa dijadikan benih adalah periode ke-4 hingga ke-6. Itu dikarenakan pada periode tersebut biji cabe rawit lebih banyak namun buahnya relative kecil.
Untuk memilih benih yang baik kita dapat menyeleksinya dari tanamannya, tanaman yang kuat dan sehat memiliki benih yang relatif lebih baik.  

Cara mendapatkan benih yang bermutu diawali dengan memetik buah cabe lalu potong buah untuk mengambil bijinya pada bagian tngah buah, Lalu biji direndam di air. Biji yang baik adalah biji yang  tenggelam, untuk biji yang mengambang kita dapat membuangnya. Setelah proses perendaman lalu biji di taruh di bawah sinar matahari hingga kering biasanya membutuhkan waktu 3-4 hari lamanya. Tips dari saya untuk penyimpanan benih jangan dilakukan terlalu lama sebab apabila benih disimpan terlalu lama maka daya tumbuhnya akan terus berkurang.


Penyemaian

Pertama siapkan polybag berukuran 5x10 cm, lalu masukkan media tanam hingga lebih dari setengah bagian polybag. Media semai terdiri dari tanah, arang sekam dan pupuk kandang. Sebelum benih dimasukkan ke polybag benih di rendam pada air hangat selama lebih dari 7 jam perendaman. Setelah itu baru bibit dimasukkan kedalam polybag.

Untuk penyiraman benih dilakukan pada pagi hari dan sore hari. Penyemaian akan berhasil setelah benih berumur 2 minggu. Setelah 2 minggu bibit siap dipindahkan ke lahan.



Teknik olah tanah dan penanamam

Pengolahan tanah  diawali dengan membajak lahan sekitar 50 cm dalamnya. Penambahan dolomit dapat dilakukan apabila lahan terlalu masam, penambahan dolomit berkisar antara 1-3 ton/ha  tergantung dari level kemasamannya. Setelah itu masuk ke proses pembuatan bedengan, bedengan  dibuat dengan lebar 100 cm dan tinggi 30 cm dan jarak antar bedeng sekitar 50 cm. Penambahan kompos pada lahan berkisar 12-15 ton hektar. Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan mulsa plastik hitam perak.
Buat lubang tanaman dengan jarak 50 cm antar tanaman lalu pindahkan bibit dari polybag ke lahan


Perawatan tanaman

  • Untuk penyiraman tanaman hanya dilakukan pada musim panas saja. Pengairan dapat dilakukan dengan perendaman bedengan yang dilakukan setiap 14 hari sekali.
  • Pemupukan pertama dilakukan ketika tanaman berumur 30 hari. Selanjutnya pemupukan dilakukan setiap pasca panen. Pemupukan susulan mengunakan pupuk cair dan kompos. untuk urea dan NPK sebagai pupuk tambahan.
  • Penyiangan juga  sangat diperlukan dalam budidaya cabe rawit. Dan yang terakhir selalu bersihkan lahan dari gulma.


Pengendalian hama dan penyakit

Tanaman cabe rawit memang adalah tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit namun hal itu tidak semata-mata membuat hama dan penyakit enggan menyerang.  hama yang biasanya menyeran adalah hama ulat, kutu daun, tungau, lalat buah untuk penyakitnya adalah bercak daun, antraknosa, busuk, layu.

Untuk pengendaliannya sendiri pun dapat dilakukan denga pengendalian teknis dan kimniawi. Misalnya untuk hama ulat pengendalian teknisnya dapat dilakukan dengan membersihkan ulat ketika malam hari biasanya ulat muncul ketika malam hari cara ini harus dilakukan secara serentak. Dan untuk pengendalian kimiawinya dapat menggunakan insektisida.



Pemanenan

Pemanenan dapat dilakukan ketika cabe rawit berumur 90 hari setelah tanam. Dengan umur tanaman yang mencapai 2 tahun maka panen dapat dilakukan hingga 16-18 kali panen. Periode panen dapat terus berlangsung selama 6 bulan bahkan bisa lebih.

Budidaya tanaman cabe rawit dapat menghasilkan hingga 25 ton per hektar, namun perlu dicatat semakin tua umur tanaman maka produktivitasnya terus menurun.

Untuk pemanenan biasa dilakukan pada pagi hari, dengan cara memetik buah serta tangkainya. Buah yang sempurna adalah buah yang panjang sekitar 3-4 cm serta memiliki kepadatan yang baik, karakteristik buah seperti itu yang memiliki harga jual tinggi di pasaran.



Top Rank Post Bird

Bosh Smart Garden

  Taman Pintar Bosch Smart Grow Di Dalam Rumah Terobosan   Baru Dunia Pertanian Era 2023 "Menakjubkan dan tumbuh besar" – begitu...

Top Rank Popular Post