Showing posts with label Turdidae. Show all posts
Showing posts with label Turdidae. Show all posts

Sunday, December 6, 2015

Punglor Enggano Gacor

Punglor Enggano
Punglor Enggano atau Anis Enggano. Mungkin saja bagi sebagian kecil penggemar burung, khususnya yang di pulau Jawa, dan Sulawesi, nama Punglor Enggano masih terasa asing. Tapi bagi kalangan penggemar burung di Sumatra burung ini lumayan dikenal.

Punglor Enggano, memiliki nama ilmiah Zoothera leucolaema (Enggano Trush), hidup dan tersebar di pulau Enggano, yang terletak di pulau Enggano, sebelah barat pulau Sumatra, atau di sebelah barat kota Bengkulu.

Burung Punglor Enggano ini adalah burung endemik pulau Enggano yang berada di provinsi Bengkulu, walaupun kadang-kadang terlihat juga 1 atau 2 ekor berkeliaran di hutan Bengkulu pulau Sumatra. Tapi daerah aslinya adalah di pulau Enggano.

Dilihat dari bentuk fisik burung Punglor Enggano ini, sekilas mirip dengan Punglor Kembang (Zoothera interpres), tetapi di bagian daerah dada lebih putih bersih. Ukuran tubuh sedang, seukuran dengan Punglor Kembang, sehingga kadang-kadang burung ini disebut juga sebagai Punglor Kembang Enggano.

Kemampuan berkicaunya, menurut penggemar burung di Bengkulu, perbandingan 12 - 12 dengan Punglor Kembang, alias memiliki kemampuan yang sama hebatnya. Kecerdasan juga dimiliki burung ini, sehingga mudah menangkap suara-suara burung master yang ada di sekitarnya. Hanya saja, burung ini sangat sensitif terhadap suara-suara yang keras, lalu lalang manusia, mobil dan motor serta perawatan yang terkesan sembarangan.

Mungkin dengan perawatan yang baik, serta dengan melatihnya di tempat-tempat keramaian, bisa membuat burung ini mampu bersaing dengan sepupu-sepupunya yang lebih populer di pulau Jawa.

sumber foto: singbird-collection

Punglor Cendana Gacor Owor-owor

Punglor Cendana
Punglor Cendana, sekilas mendengar nama cendana, bukan berarti burung ini milik keluarga cendana. Tentu tidak ada hubungan sama sekali.

Punglor Cendana merupakan nama burung dari jenis Punglor/ Anis yang berasal dari daerah Flores dan Timor Leste, yang memiliki nama ilmiah Zoothera peronii.

Awal kehadiran burung ini dianggap dingin, dan tidak terlalu mengejutkan di dunia kicauan Indonesia, karena sekilas mirip dengan jenis Punglor Kening/ Punglor Kayu (Turdus obscurus). Ternyata ketika mendengar burung ini berkicau, maka sangat mengejutkan karena kemampuan berkicau burung ternyata sangat baik, sehingga membuat harga burung ini pun langsung melonjak dan bersaing dengan sepupu-sepupunya yang sudah lebih dahulu malang melintang di kancah perburungan Indonesia, seperti Punglor Kembang dan Punglor Merah.

Punglor Cendana ini terdiri dari 2 subspecies, yaitu:
  • Zoothera peronii peronii (Vieillot, 1818), tersebar di pulau Rote dan Timor Barat.
  • Zoothera peronii audacis (Hartert, 1899), tersebar di Timor Leste, Wetar, Romang dan Babar.

Dilihat dari bentuk postur, Zoothera peronii memiliki bentuk mirip Punglor Merah dan Punglor Macan, dan juga mirip dengan Punglor Kening/ Kayu. Dugaan orang pertama sekali, bahwa burung ini merupakan silangan dari burung Punglor Macan, Punglor Merah dan Punglor Kening/ Kayu.

Kemampuan berkicau burung ini tergolong istimewa, karena dengan mudahnya akan mencerna suara-suara lain di sekitarnya, sehingga tidak sulit untuk menambahkan variasi suara lain ke burung ini. Dari segi volume, juga bisa diandalkan untuk bersaing di kelasnya, karena dengan memiliki yang lumayan keras, sehingga di beberapa kelas dapat membuat para juri menoleh ke burung ini untuk sekian lama.

Bagi para penggemar burung kicauan, burung ini dianggap istimewa, hanya saja dari beberapa komentar, mengatakan bahwa yang kurang sreg dari burung ini, adalah gayanya yang suka "nungging". Jadi walau burung ini bersuara "indah", tapi gaya dan penampilan dianggap "kurang menarik". Kebanyakan penggemar burung membandingkan dengan gaya Punglor Merah yang sangat populer dengan gaya :"teler" nya. 

sumber fotosingbird-collection

Punglor Gunung Mahal

Punglor Gunung
Punglor Gunung (Turdus poliocephalus), adalah salah satu species punglor yang berukuran lumayan besar. Selain di sebagian Asia, Asia Tenggara dan Pasifik, burung ini juga ditemukan hidup di berbagai wilayah di Indonesia. Menyukai tempat pada ketinggian 1000 sampai 3000 m dpl.

Punglor Gunung terdiri dari 49 subspecies, yang tersebar di berbagai wilayah Asia, Asia Tenggara sampai ke pulau-pulau wilayah Pasifik.
  1. loeseri Meyer de Schauensee, 1939 - Sumatra Utara
  2. indrapurae Robinson & Kloss, 1916 - Sumatra Selatan dan Tengah
  3. fumidus Statius Muller, 1844 - Gn Papandajan, Gn Pangrango dan Gn Gede, di Jawa Barat
  4. erythropleurus Sharpe, 1887 - Jawa Barat, pesisir Selatan pulau Jawa dan pulau Christmas
  5. javanicus Horsfield, 1821 - daerah pegunungan Jawa Tengah
  6. stresemanni M. Bartels, Jr, 1938 - Gn Lawu, di Jawa Timur
  7. whiteheadi (Seebohm, 1893) - pegunungan di Jawa Timur
  8. niveiceps (Hellmayr, 1919) - Taiwan
  9. thomassoni (Seebohm, 1894) - Filipina Utara (Luzon Utara)
  10. mayonensis (Mearns, 1907) - Filipina (Luzon Selatan)
  11. mindorensis Ogilvie-Grant, 1896 - Filipina (Mindoro)
  12. nigrorum Ogilvie-Grant, 1896 - Filipina (Negros)
  13. malindangensis (Mearns, 1907) - Gn Malindang, di Mindanao (Selatan Filipina)
  14. katanglad Salomonsen, 1953 - Filipina (Mindanao Tengah)
  15. kelleri (Mearns, 1905) - Filipina (Gn Apo, di Timur Laut Mindanao)
  16. seebohmi (Sharpe, 1888) - Borneo Utara Malaysia (gn Kinabalu, Trus Madi dan Tambuyukon).
  17. hygroscopus Stresemann, 1931 - Sulawesi Selatan
  18. celebensis (Büttikofer, 1893) - Sulawesi bagian Barat Daya
  19. schlegelii P. L. Sclater, 1861 - Timor Barat
  20. sterlingi Mayr, 1944 - Timor Leste (dulu Timor Timur)
  21. deningeri Stresemann, 1912 - pulau Seram di Maluku
  22. versteegi Junge, 1939 - pegunungan di New Guinea Barat
  23. carbonarius Mayr & Gilliard, 1951 - pegunungan di New Guinea Timur
  24. keysseri Mayr, 1931 - gn Huon Peninsula, di New Guinea Timur Laut
  25. papuensis (De Vis, 1890) - pegunungan di New Guinea Timur Laut
  26. tolokiwae Diamond, 1989 - pulau Tolokiwa, di kepulauan Bismarck
  27. beehleri Ripley, 1977 - New Ireland
  28. heinrothi Rothschild & Hartert, 1924 - St Matthias
  29. canescens (De Vis, 1894) - pulau Goodenough, di kepulauan D’Entrecasteaux
  30. bougainvillei Mayr, 1941 - pulau Bougainville
  31. kulambangrae Mayr, 1941 - pulau Kolombangara, di Solomon Tengah
  32. sladeni Cain & Galbraith, 1955 - Guadalcanal
  33. rennellianus Mayr, 1931 - pulau Rennell, di Solomon Selatan
  34. vanikorensis Quoy & Gaimard, 1830 - kepulauan Santa Cruz (Utupua, Vanikoro) dan Vanuatu Utara (Espíritu Santo, Malo)
  35. placens Mayr, 1941 - Ureparapara dan Vanua Lava, in Banks Group
  36. whitneyi Mayr, 1941 - pulau Gaua, in Banks Group
  37. malekulae Mayr, 1941 - Pentecost, Malekula dan Ambrym, di Vanuatu
  38. becki Mayr, 1941 - Paama, Lopevi, Epi dan Emae, di Vanuatu
  39. efatensis Mayr, 1941 - Efate dan Nguna, di Vanuatu
  40. albifrons (E. P. Ramsay, 1879) - Erromanga, di Vanuatu
  41. pritzbueri E. L. Layard, 1878 - Tanna (di Vanuatu)
  42. xanthopus J. R. Forster, 1844 - New Caledonia
  43. poliocephalus Latham, 1801 - pulau Norfolk
  44. layardi (Seebohm, 1891) - Fiji Barat (Viti Levu, Ovalau, Yasawa, Koro)
  45. ruficeps (E. P. Ramsay, 1876) - Kadavu, di Fiji Selatan
  46. vitiensis E. L. Layard, 1876 - Vanua Levu, di Fiji Timur
  47. hades Mayr, 1941 - Gau, di Fiji Timur
  48. tempesti E. L. Layard, 1876 - Taveuni, di Fiji Timur
  49. samoensis Tristram, 1879 - Samoa (Savaii, Upolu)

Punglor Gunung, ini termasuk burung berukuran besar sekitar 20 cm, lebih besar dari jenis-jenis punglor lainnya. Karena ukuran tubuh burung ini yang lumayan besar, sampai-sampai ada yang menyangka burung ini adalah termasuk jenis Jalak.

Burung ini memiliki warna tubuh coklat terang dan kehitaman dengan bulu yang agak kusam, dari kehitaman ke coklat keabu-abuan, daerah perut coklat gelap. Di sekitar lingkar mata berwarna kuning, memiliki iris coklat. Paruh dan kaki yang berwarna kuning. Kicauan burung Punglor Gunung ini termasuk unik, tapi masih terlihat ciri-ciri khas suara punglornya. Suara burung ini terdiri dari sejumlah nada bergetar, siulan pendek, dan juga memiliki variasi. Kalau sedang dalam keadaan gelisah burung ini mengeluarkan suara bergetar berbunyi 'tek-tek'.

punglor Gunung
(indonesiatraveling.com
)
Sempat beredar di pasar-pasar burung di perkotaan. Tetapi menurut para penggemar burung, suara burung ini kurang enak di dengar, dan akan sulit bersaing dengan burung-burung lain yang sudah lebih dahulu populer di kalangan penggemar burung.

Suka menyantap buah-buah kecil dan invertebrata di permukaan tanah dan semak-semak. Selain itu buah pisang dan pepaya juga disukai burung ini. Kadang-kadang burung ini mengais mencari makanan pada sampah-sampah di sekitar gunung. Burung ini hidup pada hutan lebat, tetapi akan keluar ke tempat terbuka saat suasana tenang dan aman. Pada saat berkicau burung ini mencari dahan atau ranting pada pohon yang tinggi.

artikel terkait:
  • anis gunung

Anis-anis cantik yang hidup di Indonesia

Burung anis merupakan salah satu burung yang digemari oleh para kicau mania di Indonesia. Burung cantik penuh pola dan warna ini juga dikenal dengan nama punglor, selain corak tentu saja kicauannya yang merdu merupakan alasan utama untuk menggemarinya

Umumnya kita ketahui jenis Punglor (Anis) atau Trush, adalah dari genus Zoothera dan Turdus. Sebenarnya ada beberapa genus lagi yang termasuk kategori punglor, seperti Myophonus, Psophocichla, Ixoreus, dan lain-lain yang semuanya berada dalam Family Turdidae.

Di Indonesia sendiri jenis punglor dari genus Zoothera dan Turdus termasuk banyak tersebar di wilayah Indonesia. Yang paling populer adalah punglor merah (Zoothera citrina), punglor kembang (Zoothera interpres), punglor macan (Zoothera dohertyi) dan kemudian ada lagi punglor siberia (Zoothera sibirica) dan punglor cendana (Zoothera peronii).
Jenis punglor tersebar dari wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Papua, dan di banyak pulau-pulau kecil perairan Indonesia. Sebagian besar memiliki suara kicauan yang "enak" didengar, sehingga burung jenis punglor ini selalu menjadi favorit untuk dijadikan burung peliharaan walaupun harganya terbilang tinggi.

Mari kita lihat apa saja jenis punglor yang hidup di wilayah Indonesia ini.
  • Punglor Merah (Zoothera citrina) - Orange-headed Thrush
    Punglor Merah sangat populer di kalangan penggemar burung di Indonesia. Tentang kepiawaiannya membawakan suara kicauannya yang terbilang luarbiasa, menjadikan burung ini selalu menjadi favorit di hati penggemar burung.
    Punglor Merah
    Zoothera citrina
    Species Punglor Merah (Zoothera citrina) tersebar di wilayah Asia, terdiri dari 11 subspecies, salah satu subspeciesnya hidup di pulau Jawa dan Bali, yaitu Zoothera citrina rubecula. Di pulau Jawa tersebar dari Jawa Barat, Tengah dan Timur, dan juga di pulau Bali. Sedangkan 10 subspecies lainnya, tersebar dari Himalaya, India, Srilanka, Myanmar, Thailand sampai ke Malaysia. Sebenarnya salah satu subspecies Zoothera citrina pernah beberapakali ditemukan di pulau Kalimantan dekat perbatasan Indonesia - Malaysia, tapi diduga itu adalah subspecies Zoothera citrina aurata yang menyeberang perbatasan dari gunung Kinabalu Malaysia.
  • Punglor Kembang (Zoothera interpres, Temminck, 1828) - Chesnut-capped Thrush
    Kepopuleran Punglor Kembang setara dengan Punglor Merah. Kepiawaiannya melantunkan kicauannya sangat luarbiasa, sehingga suara dasarnyapun sangat nyaman untuk dinikmati.
    Punglor Kembang
    Zoothera interpres
          source: hkbws.org.hk
    Species Punglor Kembang (Zoothera interpres) di Indonesia ditemukan di pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Lombok, Sumbawa dan Flores. Penyebaran luasnya mencakup Thailand, Malaysia, Filipina dan Indonesia.
  • Punglor Macan atau Punglor Ampenan (Zoothera dohertyi, Hartert, 1896)
    Burung Punglor Macan disebut juga sebagai Punglor Ampenan, karena pertama kali burung ini dibawa dari Ampenan. Tapi para penggemar burung lebih suka menyebut burung ini dengan sebutan Punglor Macan. Kicauannya yang lembut mengalun, cocok untuk dijadikan burung rumahan.
    Punglor Macan\
    Zoothera dohertyi
                  source: en.wikipedia.org
    Punglor Macan ditemukan di pulau Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores dan Timor.
  • Punglor Cendana (Zoothera peroniiVieillot, 1818) - Orange-banded Thrush
    Untuk jenis ini, tergolong agak baru dikenal kalangan penggemar burung Indonesia, kalau tidak salah burung ini baru mulai populer sekitar tahun 2000-an, awal diperkenalkan di pedagang burung pulau Jawa. Suara kicauannya tergolong bagus, mampu menyerap berbacai macam suara masteran, namun gayanya yang unik "gaya nungging" agak mengurangi penampilannya di kontes burung. Walau begitu Punglor Cendana tetap menjadi salah satu favorit untuk dijadikan koleksi peliharaan.
    Punglor Cendana
    Zoothera peronii
    source:
    Rob Hutchinson
    - ibc.lynxeds.com
    Burung ini hanya ditemukan di Indonesia, terdiri dari 2 subspecies, yaitu:
    • Zoothera peronii peronii (Vieillot, 1818) - pulau Roti dan Timor Barat
    • Zoothera peronii audacis (Hartert, 1899) - Timor Leste (dulu Timor Timur), pulau Wetar dan Romang Timur sampai ke Babar.
  • Punglor Hutan (Zoothera andromedae) - Sunda Thrush
    Burung ini ada yang bilang agak mirip Punglor Macan, tapi sepertinya lebih mirip dengan Punglor Sisik, sehingga tidak jarang orang menyangka ini adalah Punglor Sisik. Di Jawa Barat burung ini dikenal dengan sebutan Anis Hutan. Suara kicauan juga terbilang merdu. Populasi saat ini semakin berkurang dan mulai langka.
    Punglor Hutan
    Zoothera andromedae
    source: orientalbirdimages.or
    Di Indonesia burung ini ditemukan di Jawa Barat sekitar gunung Pangrango, tapi di pulau Sumatra burung mirip dengan Punglor Hutan sering ditemukan.
    Penyebaran burung ini secara luas, selain di Jawa Barat, juga ditemukan di pulau Sumatra, Malaysia dan Filipina.
  • Punglor Siberia atau Punglor Hitam (Zoothera sibirica, Pallas, 1776) - Siberian Thrush
    Si Hitam ini lumayan misterius dan bertubuh bongsor alias besar. Tapi dengan tubuh besar seperti itu burung ini juga mampu mengeluarkan kicauan yang lumayan unik dan enak. Gaya berkicaunya yang unik "setengah teler" menoleh ke kiri dan ke kanan, sambil berkicau lembut, sangat menarik perhatian yang melihatnya.
    Punglor Siberia
    Zoothera sibirica
    Tempat asalnya Siberia Russia, Mongolia dan China, terutama daerah yang bersuhu dingin, pada musim kawin biasanya bermigrasi mencari daerah hangat seperti Asia Tenggara, sering ditemukan di pulau Sumatra dan Jawa. Walaupun bukan burung asli Indonesia, tapi sering terlihat hidup di alam Indonesia, terutama di daerah pegunungan pulau Sumatra dan Jawa.
  • Punglor Sisik (Zoothera dauma, Latham, 1790) - Common-scaly Thrush
    Burung ini termasuk burung "pendiam" kata kebanyakan penggemar burung, karena sulitnya membuat burung ini mau berkicau, seringnya cuma "ssstt ssstt" saja. Tapi ada juga yang berhasil mem"bunyi"kan burung ini. Bukan "gampang-gampang susah" tapi "susah-susah sulit", alias benar-benar perlu kesabaran dan perawatan khusus.
    Punglor Sisik
    Zoothera dauma
    Punglor Sisik awalnya ditemukan di wilayah Siberia Russia, Mongolia, China, Taiwan dan Filipina. Tapi akhir-akhir ini ditemukan juga di daerah pegunungan Bukit Barisan Sumatra Utara, awalnya burung ini diduga hanya bermigrasi sementara selama musim dingin di tempat asalnya, tapi karena seringnya burung ini ditemukan di pegunungan Bukit Barisan, diyakini burung ini juga berhabitat di tempat tersebut atau mungkin bermigrasi dari tempat asalnya dan menetap di tempat barunya, yaitu di pegunungan Bukit Barisan Sumatra Utara.
  • Punglor Enggano (Zoothera leucolaema, Salvadori, 1892) - Enggano Thrush
    Pulau Enggano ternyata memiliki satu jenis Punglor. Di kalangan penggemar burung Indonesia, nama Punglor Enggano mungkin kurang populer. Tapi Punglor Enggano termasuk salah satu burung penyanyi yang indah suaranya, yang hidup di pulau sebelah barat pulau Sumatra. Seperti keluarga Punglor lainnya, Punglor Enggano juga memiliki suara yang indah.
    Punglor Enggano
    Zoothera leucolaema
    Di Indonesia Punglor Enggano, hanya ditemukan di pulau Enggano, kadang bisa menyeberang ke pulau Sumatra atau kepulauan Mentawai.
    Penampilan Punglor Enggano sangat mirip dengan Punglor Kembang, tapi di sekitar dada berwarna putih, dan tidak ada bercak hitam seperti Punglor Kembang.
  • Punglor Buru (Zoothera dumasi, Rothschild, 1899) - Buru Thrush
    Salah satu keluarga Punglor juga ada di wilayah Tengah Indonesia. Penampilan sekilas juga mirip dengan Punglor Kembang, namun postur tubuh sedikit lebih panjang.
    Punglor Buru
    Zoothera dumasi
    source: 
    orientalbirdimages.org
    singbird-collection
    Punglor Buru ditemukan di pulau Buru dan sebelah barat pulau Seram, yang berada di wilayah Maluku. Punglor Buru terkait erat dengan Punglor Seram, karena terdapat banyak kemiripan, tapi oleh para peneliti Punglor Buru dan Punglor Seram dipastikan sebagai dua species yang berbeda.
  • Punglor Seram (Zoothera joiceyi, Rothschild dan Hartert, 1921) - Seram Thrush
    Di pulau Seram, masih wilayah Maluku juga terdapat satu subspecies Punglor. Bentuk fisik juga mirip dengan Punglor Kembang. Sayangnya sampai saat ini kita belum menemukan contoh gambar/ picture Punglor Seram ini.
    ...

    Hidup di daerah pegunungan pulau Seram. Punglor Seram masih terkait erat dengan Punglor Buru, karena terdapat banyak kemiripan, tapi oleh para peneliti Punglor Seram dan Punglor Buru dipastikan sebagai dua species yang berbeda.
  • Punglor Tanimbar (Zoothera schistacea, A. B. Meyer, 1884) - Slaty-backed Thrush, Tanimbar Thrush
    Di pulau Tanimbar juga terdapat satu jenis burung Punglor, yaitu Zoothera schistacea. Saat ini populasi burung ini semakin terancam kehidupannya, akibat perambahan hutan dan perburuan terhadap burung ini.
    Punglor Tanimbar
    Zoothera shictacea
    source: 
    - James Eaton
    ibc.lynxeds.com
    Punglor Tanimbar, hanya ditemukan (hidup) di pulau Tanimbar.
  • Punglor Kayu atau Punglor Kening (Turdus obscurus) - Eyebrowed Thrush
    Nama burung ini lumayan unik, ada nama "kayu" di belakang kata Punglor. Tidak tahu mengapa diberinama seperti itu, mungkin karena warnanya kecoklatan seperti warna kayu. Nama lainnya adalah Punglor Kening. Ukuran tubuh lumayan besar. Suara kicauan walau tidak semerdu sepupunya dari genus Zoothera, tapi lumayan menarik untuk didengar dan ada variasinya juga. Pada bagian kepala di atas mata terdapat alis berwarna putih.
    Punglor Kayu
    Turdus obscurus
    Punglor Kayu, tempat asalnya adalah dari wilayah Siberia, Mongolia dan Amurland. Pada musim kawin biasanya mencari tempat hangat ke wilayah Asia Tenggara, dari Taiwan, Filipina sampai kepulauan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sering ditemukan di pulau Sumatra, Kalimantan dan Jawa.
  • Punglor Gunung atau Anis Gading (Turdus poliocephalus) - Island Thrush
    Burung ini mungkin termasuk yang paling besar ukuran tubuhnya dari seluruh keluarga Thrush (Punglor). Suara kicauannya tidak terlalu menarik (begitu menurut penggemar burung). Di Indonesia burung ini sering ditemukan di berbagai tempat. Sedangkan penyebaran seluruh subspecies burung ini termasuk luas di sebagian wilayah Asia, Asia Tenggara sampai ke pulau-pulau di wilayah Pasifik.
    Punglor Gunung
    Turdus poliocephalus
    Penyebaran Punglor Gunung di wilayah Indonesia termasuk luas, hampir di seluruh wilayah Indonesia burung ini ditemukan.
    Dari 49 subspecies Punglor Gunung (Turdus poliocephalus), 13 subspecies Punglor Gunung tersebar di Indonesia dan dekat perbatasan Malaysia.
    1. loeseri Meyer de Schauensee, 1939 - Sumatra Utara
    2. indrapurae Robinson & Kloss, 1916 - Sumatra bagian Tengah
    3. fumidus Statius Muller, 1844 - gn Papandayan, gn Pangrango dan gn Gede, di Jawa Barat
    4. erythropleurus Sharpe, 1887 - Jawa Barat dan pesisir Selatan pulau Jawa
    5. javanicus Horsfield, 1821 - pegunungan di Jawa Tengah
    6. stresemanni M. Bartels, Jr, 1938 - gn Lawu, Jawa Timur
    7. whiteheadi (Seebohm, 1893) - pegunungan di Jawa Timur
    8. seebohmi (Sharpe, 1888) - Borneo Utara, wilayah Malaysia (Borneo (gn Kinabalu)
    9. hygroscopus Stresemann, 1931 - Sulawesi Selatan
    10. celebensis (Büttikofer, 1893) - Sulawesi bagian Barat Laut
    11. schlegelii P. L. Sclater, 1861 - Timor Barat
    12. sterlingi Mayr, 1944 - Timor Leste (dulu Timor Timur)
    13. deningeri Stresemann, 1912 - pulau Seram, Maluku
  • Punglor Sulawesi (Cataponera turdoides, )
    Punglor asal Sulawesi ini, termasuk unik, karena penampilannya rada berbeda dengan jenis punglor pada umumnya. Tubuh terlihat panjang, paruh tebal dan agak panjang.
    Punglor Sulawesi
    cataponera turdoides
    source: 
    Rob Hutchinson
    birdforum.net
    Punglor Sulawesi hanya ditemukan di pulau Sulawesi, dan terdiri dari 4 subspecies, yaitu:
    1. abditiva Riley, 1918 - Sulawesi Utara dan Tengah
    2. tenebrosa Stresemann, 1938 - Sulawesi Selatan
    3. turdoides Hartert, 1896 - Sulawesi sebelah Barat Laut
    4. heinrichi Stresemann, 1938 - Sula­wesi sebelah Timur Laut

Diolah dari berbagai sumber

Top Rank Post Bird

Bosh Smart Garden

  Taman Pintar Bosch Smart Grow Di Dalam Rumah Terobosan   Baru Dunia Pertanian Era 2023 "Menakjubkan dan tumbuh besar" – begitu...

Top Rank Popular Post