Showing posts with label Copsychus. Show all posts
Showing posts with label Copsychus. Show all posts

Sunday, December 6, 2015

Kacer Gacor

Kacer (Magpie Robin), dari genus Copsychus, adalah dari keluarga burung pengicau atau burung kicau, yang sangat digemari para penggemar burung hampir di seluruh kawasan Asia, mulai dari India, China, dan seluruh kawasan Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Burung Kacer memiliki kemampuan berkicau yang sangat luar biasa, sehingga dengan kemampuannya tersebut, burung Kacer menjadi incaran para penggemar burung. Akibatnya populasi burung Kacer di alam pun semakin menurun, sehingga dikuatirkan suatu saat burung ini akan punah, seperti beberapa species burung lain yang telah punah.

Kacer sendiri memiliki kerabat lain dalam genus Copsychus, seperti Copsychus malabaricus yang lebih dikenal dengan sebutan Murai Batu, juga masih berkerabat dengan jenis Punglor. Burung Kacer yang berada dalam genus Copsychus memiliki 3 species, yaitu:
  • Copsychus saularis
  • Copsychus sechellarum
  • Copsychus albospecularis

Ciri-ciri dan Penyebaran :

1. Copsychus saularis, (Oriental Magpie Robin)
Terdiri dari 9 subspecies, yaitu :
1.1. saularis, (Thailand, India, Nepal, Malaysia, Indonesia)
1.2. andamanensis, (Kep. Andaman)
1.3. musicus, (Peninsular, Malaysia, Thailand)
1.4. prosthopellus, (Hainan-China)
1.5. erimelas (India ke Indochina),
1.6. pluto (Sabah-Malaysia, Borneo-Indonesia),
1.7. ceylonensis (India, Srilanka),
1.8. adamsi (Sabah-Malaysia, Borneo-Indonesia),
1.9. mindanensis (Mindanao-Philippines)


Di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Kacer Hitam Putih, Kacer Sumatera dan Kacer Poci.
Mempunyai warna hitam pada kepala, leher sebatas dada, punggung dan bagian luar ekor. Sedangkan warna putih berada pada dada, perut dan ekor bagian dalam.
Penyebaran mulai China, India, Nepal, Thailand, Indochina, Philippines, Malaysia dan Indonesia.
Memiliki suara yang keras, nyaring dan pintar menirukan suara2 di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil membuka ekor serta mengeluarkan suara kicauan yang merdu.
Sangat menyukai udara panas.


2. Copsychus sechellarum, (Seychelles Magpie Robin)
Penyebaran di Seychelles (Afrika), Jawa Timur dan Kalimantan (Indonesia). Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali pada sayap terdapat warna putih. Kemampuan berkicau sangat baik dan pintar menirukan suara-suara yang ada di sekelilingnya. Penampilan burung dari species Copsychus sechellarum ini sangat atraktif, karena pada saat berkicau burung ini sambil memainkan ekor, sehingga terlihat sangat menarik dan indah. Hanya saja burung Kacer dari jenis ini biasanya memiliki volume tidak sekeras kedua sepupunya. Burung ini juga sangat suka dengan udara panas, sehingga tahan berjemur di bawah sinar matahari berlama-lama.


3. Copsychus albospecularis, (Madagascar Magpie Robin)
.Terdiri dari 3 subspecies :
 3.1. pica
 3.2. albospecularis
 3.3. inexpectatus
Seluruh subspecies Copsychus albospecularis ini tersebar di wilayah Madagascar Afrika.


Bagian leher sebelah atas, punggung dan ekor berwarna hitam kebiru-biruan. Kemampuan berkicaunya tidak kalah dari kedua sepupunya C. saularis dan C. sechellarum.
.
Selain dari ketiga species di atas, ada satu jenis kacer lagi yang beredar di kalangan pedagang dan pemilik burung kacer, yaitu Kacer Blorok. Jenis ini menurut anggapan kebanyakan orang maupun peneliti adalah merupakan hasil perkawinan silang yang terjadi di alam, antara Kacer Hitam Putih (C. saularis) dengan Kacer Hitam (C. sechellarum).


sumber:
  • ibc.lynxeds.com
  • singbird-collection.blogspot.com
  • en.wikipedia.com
lihat juga:
  • Murai Batu
  • Hati-hati Kacer Masuk Angin dan Pilek
  • Misteri Kacer Mbagong

Murai Batu Asal Negeri Seberang

Selain Murai Batu asli Indonesia, ada juga Murai Batu yang berasal dari luar Indonesia atau biasa disebut Murai Import. Postur tubuh tidak terlalu berbeda. Pada beberapa species Murai Batu Import, corak warna tubuh hampir sama dengan Murai yang ada di Indonesia, tetapi pada beberapa species lain memiliki corak warna yang sangat berbeda.

Kemampuan berkicau burung Murai Batu dari negeri tetangga juga baik. Beberapa kolektor burung Murai Batu di Indonesia yang memiliki jenis dari luar seperti dari Malaysia dan Thailand juga pernah mengikutsertakan burung Murai Import ini dalam beberapa kontes perlombaan burung yang diadakan di Indonesia. Hal ini membuat persaingan di kelas Murai Batu semakin sengit.

Murai Batu Import tersebut adalah:

1. Murai Batu Malaysia
Copsychus interpositusssp interpositus
Hidup tersebar di wilayah Semenanjung Malaysia. Mempunyai ukuran tubuh lebih besar dari ukuran tubuh Murai Batu Medan. Corak warna tubuh sama dengan Murai Batu Medan.
Ukuran panjang ekor bisa mencapai 35 cm dan tipis serta lentur.

Kemampuan berkicau juga bagus. Tingkat kecerdasan yang baik sehingga dengan mudah menyerap suara-suara yang ada di sekelilingnya.

Dari pendapat para penggemar burung di Indonesia, burung Murai Batu Malaysia walaupun memiliki kecerdasarn yang sama baiknya dengan Murai Batu Medan, tapi karena memiliki ekor yang sangat panjang, membuat burung ini cepat terkuras staminanya, sehingga di pertengahan kontes sering berhenti sejenak.



2. Murai Batu Thailand
Burung ini biasanya sangat dicari oleh penggemar burung murai. Ukuran tubuh lebih kecil dari murai batu medan, panjang ekor bisa mencapai 35 cm bahkan terkadang lebih panjang lagi. Warna bulu berwarna kebiru-biruan (indigo). Hidup di sekitar perbatasan Thailand dan Malaysia.



Copsychus malabaricus ssp indicus
(burung milik seseorang hobbiest dan peneliti Murai di Singapura)


3. Murai Philippines
Murai Philippines terdapat beberapa species kerabat Murai, antara lain :

3.1. Murai Luzon (Copsychus luzoniensis), White Browed Shama
Copsychus luzoniensis
(tampak belakang)
Jenis ini sebenarnya lebih layak apabila disebut sebagai Murai Hias, karena keindahan warna tubuh yang dimilikinya. Oleh sebab itu burung ini sangat diminati oleh para kolektor murai batu.


Copsychus luzoniensis
(tampak depan)
Keunikan dari Murai Luzon ini adalah memiliki perut dan dada berwarna putih, membuat burung ini apabila dilihat dari depan, sekilas seperti sepupunya dari spesies Copsychus saularis (Kacer Hitam Putih/ Kacer Dada Putih).






3.2. Murai Cebu (Copsychus cebuensis), Black Shama
Selain murai Luzon yang berbulu indah, ada juga jenis Murai Philippines yang terdapat di Cebu, biasa disebut sebagai Murai Cebu yang kebanyakan berwarna hitam polos.

Beberapa subspecies Murai Cebu berwarna kebiru-biruan pada seluruh tubuhnya, ada juga yang memiliki warna putih pada perut dan ekor bagian bawah.






3.3. Murai Niger (Copsychus niger), White Vented Shama
Copsychus niger
Copsychus niger (Lokasi Busuanga)
Jenis ini tersebar di Palawan, Calamian, Balabac dan Sabang. Memiliki warna hitam pada seluruh tubuhnya.

Pernah masuk di Indonesia dengan nama Murai Papua (sebuah penamaan yang salah).



Beberapa species ini terdapat warna putih pada perut.

Ekor lebih panjang dari Murai Luzon atau Murai Cebu.
Kicauan burung ini di alamnya agak monoton dan sedikit berdesah, tapi beberapa juga mampu mengeluarkan suara yang bervariasi dan indah.




sumber:  
- ibc.lynxeds.com
- en.wikipedia.com

Saturday, December 5, 2015

Tiga Species baru dalam Genus Copsychus yang paling populer di Indonesia

Copsychus, adalah genus yang populer di Indonesia, beberapa species dari genus ini tetap menjadi favorit bagi para penggemar burung, seperti Copsychus saularis (Kacer Dada Putih), Copsychus sechellarum (Kacer Hitam) dan Copsychus malabaricus (Murai Batu).

Terdapat 3 species baru berada dalam genus Copsychus. Hal ini sebenarnya bukanlah berarti ditemukannya species baru, melainkan pemisahan beberapa sub-species menjadi species tersendiri. Para ahli melakukan beberapa revisi untuk 2 sub-species dari Copsychus malabaricus, dan 1 sub-species dari Copsychus saularis, yang akhirnya memastikan 3 sub-species menjadi species tersendiri. Genus Copsychus sendiri sebelumnya berada di bawah family Turdidae, kemudian dialihkan ke dalam family Muscicapidae.

Berikut klasifikasi terakhir 2012:
- class:    Aves
- ordo:     Passeriformes
- family:   Muscicapidae
- genus:   Copsychus


Seperti yang selama ini diketahui bahwa keluarga Copsychus terdiri dari 7 species, yaitu:
  1. Copsychus saularis (Oriental Magpie Robin/ Straits Robin), Kacer Hitam Putih
  2. Copsychus sechellarum (Seychelles Magpie Robin), Kacer Hitam
  3. Copsychus albospecularis (Madagascar Magpie Robin), Kacer Madagascar
  4. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama), Murai Batu
  5. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama), Murai Filipina
  6. Copsychus niger (White Vented Shama), Murai Hitam Filipina
  7. Copsychus cebuensis (Black Shama). Murai Cebu

Sedangkan penambahan species baru tersebut, adalah:
  • Copsychus albiventris (Andaman Shama), Murai Andaman
  • Copsychus mindanensis (Philippine Magpie Robin), Kacer Filipina
  • Copsychus stricklandii (Strickland Shama or White Rumped Shama), Murai Strickland

Berikut sedikit penjelasan tentang ke 3 species baru Murai tersebut:

1. Copsychus albiventris (Andaman Shama), Murai Andaman
(pic: kolkatabirds)
Burung ini sebelumnya dikenal sebagai sub-species dari Copsychus malabaricus, yaitu Copsychus malabaricus ssp. albiventris. Tapi saat ini burung ini telah dipromosikan menjadi suatu species tersendiri dengan nama Copsychus albiventris.
Dari segi postur, suara serta karakter Copsycus albiventris, memang tidak terlalu jauh berbeda dengan Copsychus malabaricus, hanya saja burung ini memiliki bentuk tubuh dan ekor yang pendek. Mungkin hal ini yang membuat para ahli, memisahkan jenis ini menjadi suatu species tersendiri.




2. Copsychus mindanensis (Philippine Shama), Kacer Filipina
Burung ini juga sebelumnya dikenal sebagai salah satu sub-species dari Copsychus saularis, atau lebih dikenal dengan Copsychus saularis ssp. mindanensis. Saat ini telah menjadi suatu species tersendiri dengan nama Copsychus mindanensis.
Dari segi postur, karakter dan suara juga tidak berbeda jauh dengan Copsychus saularis,  tapi para ahli rupanya memiliki pendapat tersendiri, sehingga memisahkan jenis ini menjadi suatu species tersendiri.



3. Copsychus stricklandii (Strickland Shama or White Rumped Shama), Murai Strickland
(pic: pbase)
Burung yang satu ini, telah lama dikenal di Indonesia, karena memang banyak terdapat di pulau Kalimantan Indonesia dan Sabah Malaysia.  Di Indonesia burung ini memiliki beberapa nama, seperti Murai Kepala Putih, Murai Haji, dan lain-lain. Burung ini sebelumnya merupakan salah satu sub-species dari Copsychus malabaricus, yaitu lebih dikenal dengan nama Copsychus malabaricus ssp stricklandii. Saat ini para ahli telah memisahkan burung ini menjadi suatu species tersendiri, yaitu Copsychus stricklandii. Dari segi postur burung ini memang agak berbeda dengan jenis Copsychus malabaricus pada umumnya. Burung Copsychus stricklandii ini memiliki bentuk tubuh yang agak bulat, ekor pendek serta suara yang lebih monoton dibanding jenis Murai lainnya.




sumber:
  • wikipedia
  • kolkatabirds
  • xeno-canto
  • twearth
  • pbase

    Top Rank Post Bird

    Bosh Smart Garden

      Taman Pintar Bosch Smart Grow Di Dalam Rumah Terobosan   Baru Dunia Pertanian Era 2023 "Menakjubkan dan tumbuh besar" – begitu...

    Top Rank Popular Post