Showing posts with label Turdus. Show all posts
Showing posts with label Turdus. Show all posts

Sunday, December 6, 2015

Punglor Gunung Mahal

Punglor Gunung
Punglor Gunung (Turdus poliocephalus), adalah salah satu species punglor yang berukuran lumayan besar. Selain di sebagian Asia, Asia Tenggara dan Pasifik, burung ini juga ditemukan hidup di berbagai wilayah di Indonesia. Menyukai tempat pada ketinggian 1000 sampai 3000 m dpl.

Punglor Gunung terdiri dari 49 subspecies, yang tersebar di berbagai wilayah Asia, Asia Tenggara sampai ke pulau-pulau wilayah Pasifik.
  1. loeseri Meyer de Schauensee, 1939 - Sumatra Utara
  2. indrapurae Robinson & Kloss, 1916 - Sumatra Selatan dan Tengah
  3. fumidus Statius Muller, 1844 - Gn Papandajan, Gn Pangrango dan Gn Gede, di Jawa Barat
  4. erythropleurus Sharpe, 1887 - Jawa Barat, pesisir Selatan pulau Jawa dan pulau Christmas
  5. javanicus Horsfield, 1821 - daerah pegunungan Jawa Tengah
  6. stresemanni M. Bartels, Jr, 1938 - Gn Lawu, di Jawa Timur
  7. whiteheadi (Seebohm, 1893) - pegunungan di Jawa Timur
  8. niveiceps (Hellmayr, 1919) - Taiwan
  9. thomassoni (Seebohm, 1894) - Filipina Utara (Luzon Utara)
  10. mayonensis (Mearns, 1907) - Filipina (Luzon Selatan)
  11. mindorensis Ogilvie-Grant, 1896 - Filipina (Mindoro)
  12. nigrorum Ogilvie-Grant, 1896 - Filipina (Negros)
  13. malindangensis (Mearns, 1907) - Gn Malindang, di Mindanao (Selatan Filipina)
  14. katanglad Salomonsen, 1953 - Filipina (Mindanao Tengah)
  15. kelleri (Mearns, 1905) - Filipina (Gn Apo, di Timur Laut Mindanao)
  16. seebohmi (Sharpe, 1888) - Borneo Utara Malaysia (gn Kinabalu, Trus Madi dan Tambuyukon).
  17. hygroscopus Stresemann, 1931 - Sulawesi Selatan
  18. celebensis (Büttikofer, 1893) - Sulawesi bagian Barat Daya
  19. schlegelii P. L. Sclater, 1861 - Timor Barat
  20. sterlingi Mayr, 1944 - Timor Leste (dulu Timor Timur)
  21. deningeri Stresemann, 1912 - pulau Seram di Maluku
  22. versteegi Junge, 1939 - pegunungan di New Guinea Barat
  23. carbonarius Mayr & Gilliard, 1951 - pegunungan di New Guinea Timur
  24. keysseri Mayr, 1931 - gn Huon Peninsula, di New Guinea Timur Laut
  25. papuensis (De Vis, 1890) - pegunungan di New Guinea Timur Laut
  26. tolokiwae Diamond, 1989 - pulau Tolokiwa, di kepulauan Bismarck
  27. beehleri Ripley, 1977 - New Ireland
  28. heinrothi Rothschild & Hartert, 1924 - St Matthias
  29. canescens (De Vis, 1894) - pulau Goodenough, di kepulauan D’Entrecasteaux
  30. bougainvillei Mayr, 1941 - pulau Bougainville
  31. kulambangrae Mayr, 1941 - pulau Kolombangara, di Solomon Tengah
  32. sladeni Cain & Galbraith, 1955 - Guadalcanal
  33. rennellianus Mayr, 1931 - pulau Rennell, di Solomon Selatan
  34. vanikorensis Quoy & Gaimard, 1830 - kepulauan Santa Cruz (Utupua, Vanikoro) dan Vanuatu Utara (Espíritu Santo, Malo)
  35. placens Mayr, 1941 - Ureparapara dan Vanua Lava, in Banks Group
  36. whitneyi Mayr, 1941 - pulau Gaua, in Banks Group
  37. malekulae Mayr, 1941 - Pentecost, Malekula dan Ambrym, di Vanuatu
  38. becki Mayr, 1941 - Paama, Lopevi, Epi dan Emae, di Vanuatu
  39. efatensis Mayr, 1941 - Efate dan Nguna, di Vanuatu
  40. albifrons (E. P. Ramsay, 1879) - Erromanga, di Vanuatu
  41. pritzbueri E. L. Layard, 1878 - Tanna (di Vanuatu)
  42. xanthopus J. R. Forster, 1844 - New Caledonia
  43. poliocephalus Latham, 1801 - pulau Norfolk
  44. layardi (Seebohm, 1891) - Fiji Barat (Viti Levu, Ovalau, Yasawa, Koro)
  45. ruficeps (E. P. Ramsay, 1876) - Kadavu, di Fiji Selatan
  46. vitiensis E. L. Layard, 1876 - Vanua Levu, di Fiji Timur
  47. hades Mayr, 1941 - Gau, di Fiji Timur
  48. tempesti E. L. Layard, 1876 - Taveuni, di Fiji Timur
  49. samoensis Tristram, 1879 - Samoa (Savaii, Upolu)

Punglor Gunung, ini termasuk burung berukuran besar sekitar 20 cm, lebih besar dari jenis-jenis punglor lainnya. Karena ukuran tubuh burung ini yang lumayan besar, sampai-sampai ada yang menyangka burung ini adalah termasuk jenis Jalak.

Burung ini memiliki warna tubuh coklat terang dan kehitaman dengan bulu yang agak kusam, dari kehitaman ke coklat keabu-abuan, daerah perut coklat gelap. Di sekitar lingkar mata berwarna kuning, memiliki iris coklat. Paruh dan kaki yang berwarna kuning. Kicauan burung Punglor Gunung ini termasuk unik, tapi masih terlihat ciri-ciri khas suara punglornya. Suara burung ini terdiri dari sejumlah nada bergetar, siulan pendek, dan juga memiliki variasi. Kalau sedang dalam keadaan gelisah burung ini mengeluarkan suara bergetar berbunyi 'tek-tek'.

punglor Gunung
(indonesiatraveling.com
)
Sempat beredar di pasar-pasar burung di perkotaan. Tetapi menurut para penggemar burung, suara burung ini kurang enak di dengar, dan akan sulit bersaing dengan burung-burung lain yang sudah lebih dahulu populer di kalangan penggemar burung.

Suka menyantap buah-buah kecil dan invertebrata di permukaan tanah dan semak-semak. Selain itu buah pisang dan pepaya juga disukai burung ini. Kadang-kadang burung ini mengais mencari makanan pada sampah-sampah di sekitar gunung. Burung ini hidup pada hutan lebat, tetapi akan keluar ke tempat terbuka saat suasana tenang dan aman. Pada saat berkicau burung ini mencari dahan atau ranting pada pohon yang tinggi.

artikel terkait:
  • anis gunung

Punglor Kayu nan Cantik

Punglor Kayu,
: Eyebrowed Thrush
: (Turdus obscurus)

by: © Alex Vargas
source: http://orientalbirdimages.org
Punglor Kayu, Eyebrowed Thrush (Turdus obscurus) atau kadang disebut Punglor Kuning, adalah salah satu burung Punglor (Anis) dari genus Turdus. Burung ini kadang disebut sebagai Punglor Kening. Apapun namanya, burung ini masih jenis Punglor dari genus Turdus, dan masih berkerabat dari jenis punglor lainnya yang ber-genus Zoothera.

Punglor Kuning, tidaklah sepopuler kerabat punglor lainnya, seperti Punglor Merah, Kembang, Macan, Cendana dll. Bagi sebagian penggemar burung kicauan, burung ini termasuk "susah bunyi" dan kurang greget untuk dikonteskan. Tapi walaupun begitu, bukan berarti burung ini tidak menarik untuk dipelihara. Burung ini juga mampu berkicau menarik dengan ciri khas tersendiri. Walau kicauan khasnya tidak bisa sehalus kerabatnya dari genus Zoothera, agak kasar dengan suara "crrr chek chek" dikombinasi dengan sempritan pendek dan desah panjang, kadang bisa ngerol juga, tergantung kemampuan si burung merekam suara di sekitarnya.

File:Eyebrowed Thrush.jpg
source: http://en.wikipedia.org
Klasifikasi:
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Turdidae
Genus: Turdus
Species: Turdus obscurus, Gmelin, 1978

Punglor Kayu, memiliki semacam alis di atas matanya, karena itulah dia diberinama Eyebrowed Thrush, dengan ciri, coklat kekuningan. Jantan dan betina hampir tidak bisa dibedakan, karena memiliki pemampilan yang nyaris serupa. Mugkin dari penampilan sorot mata yang tajam dari sang jantan baru bisa kita membedakannya.

Burung ini masih banyak beredar di pasar-pasar burung Indonesia, dengan kisaran harga Rp. 100.000 hingga Rp. 150.000. Harga yang tidak mahal, mengingat burung ini kurang diminati para penggemar burung. Tapi dengan perawatan yang rutin dan sabar, bisa jadi burung ini bisa dipoles menjadi burung yang tidak kalah dengan kerabat punglor lainnya.

Punglor Kayu, sebenarnya berasal dari Siberia, hidup dan berkembang biak di hutan pinus yang lebat. Pada musin dingin di Siberia, burung-burung ini bermigrasi dalam kelompok-kelompok kecil ke daerah hangat ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Gerakan migrasi burung ini, tercatat pernah sampai Australia.
Bersarang dan bertelur di pohon, meletakkan 4-6 telur dalam sarang yang terbuat rapi. Punglor Kayu biasanya mencari makan di atas tanah yang lembab, mencari berbagai jenis serangga, cacing tanah dan biji-bijian. Burung jantan bersiul (berkicau) dengan lagu yang yang sederhana, mirip dengan Mistle Thrush.

Top Rank Post Bird

Bosh Smart Garden

  Taman Pintar Bosch Smart Grow Di Dalam Rumah Terobosan   Baru Dunia Pertanian Era 2023 "Menakjubkan dan tumbuh besar" – begitu...

Top Rank Popular Post