Showing posts with label Zoothera. Show all posts
Showing posts with label Zoothera. Show all posts

Sunday, December 6, 2015

Punglor Enggano Gacor

Punglor Enggano
Punglor Enggano atau Anis Enggano. Mungkin saja bagi sebagian kecil penggemar burung, khususnya yang di pulau Jawa, dan Sulawesi, nama Punglor Enggano masih terasa asing. Tapi bagi kalangan penggemar burung di Sumatra burung ini lumayan dikenal.

Punglor Enggano, memiliki nama ilmiah Zoothera leucolaema (Enggano Trush), hidup dan tersebar di pulau Enggano, yang terletak di pulau Enggano, sebelah barat pulau Sumatra, atau di sebelah barat kota Bengkulu.

Burung Punglor Enggano ini adalah burung endemik pulau Enggano yang berada di provinsi Bengkulu, walaupun kadang-kadang terlihat juga 1 atau 2 ekor berkeliaran di hutan Bengkulu pulau Sumatra. Tapi daerah aslinya adalah di pulau Enggano.

Dilihat dari bentuk fisik burung Punglor Enggano ini, sekilas mirip dengan Punglor Kembang (Zoothera interpres), tetapi di bagian daerah dada lebih putih bersih. Ukuran tubuh sedang, seukuran dengan Punglor Kembang, sehingga kadang-kadang burung ini disebut juga sebagai Punglor Kembang Enggano.

Kemampuan berkicaunya, menurut penggemar burung di Bengkulu, perbandingan 12 - 12 dengan Punglor Kembang, alias memiliki kemampuan yang sama hebatnya. Kecerdasan juga dimiliki burung ini, sehingga mudah menangkap suara-suara burung master yang ada di sekitarnya. Hanya saja, burung ini sangat sensitif terhadap suara-suara yang keras, lalu lalang manusia, mobil dan motor serta perawatan yang terkesan sembarangan.

Mungkin dengan perawatan yang baik, serta dengan melatihnya di tempat-tempat keramaian, bisa membuat burung ini mampu bersaing dengan sepupu-sepupunya yang lebih populer di pulau Jawa.

sumber foto: singbird-collection

Punglor Cendana Gacor Owor-owor

Punglor Cendana
Punglor Cendana, sekilas mendengar nama cendana, bukan berarti burung ini milik keluarga cendana. Tentu tidak ada hubungan sama sekali.

Punglor Cendana merupakan nama burung dari jenis Punglor/ Anis yang berasal dari daerah Flores dan Timor Leste, yang memiliki nama ilmiah Zoothera peronii.

Awal kehadiran burung ini dianggap dingin, dan tidak terlalu mengejutkan di dunia kicauan Indonesia, karena sekilas mirip dengan jenis Punglor Kening/ Punglor Kayu (Turdus obscurus). Ternyata ketika mendengar burung ini berkicau, maka sangat mengejutkan karena kemampuan berkicau burung ternyata sangat baik, sehingga membuat harga burung ini pun langsung melonjak dan bersaing dengan sepupu-sepupunya yang sudah lebih dahulu malang melintang di kancah perburungan Indonesia, seperti Punglor Kembang dan Punglor Merah.

Punglor Cendana ini terdiri dari 2 subspecies, yaitu:
  • Zoothera peronii peronii (Vieillot, 1818), tersebar di pulau Rote dan Timor Barat.
  • Zoothera peronii audacis (Hartert, 1899), tersebar di Timor Leste, Wetar, Romang dan Babar.

Dilihat dari bentuk postur, Zoothera peronii memiliki bentuk mirip Punglor Merah dan Punglor Macan, dan juga mirip dengan Punglor Kening/ Kayu. Dugaan orang pertama sekali, bahwa burung ini merupakan silangan dari burung Punglor Macan, Punglor Merah dan Punglor Kening/ Kayu.

Kemampuan berkicau burung ini tergolong istimewa, karena dengan mudahnya akan mencerna suara-suara lain di sekitarnya, sehingga tidak sulit untuk menambahkan variasi suara lain ke burung ini. Dari segi volume, juga bisa diandalkan untuk bersaing di kelasnya, karena dengan memiliki yang lumayan keras, sehingga di beberapa kelas dapat membuat para juri menoleh ke burung ini untuk sekian lama.

Bagi para penggemar burung kicauan, burung ini dianggap istimewa, hanya saja dari beberapa komentar, mengatakan bahwa yang kurang sreg dari burung ini, adalah gayanya yang suka "nungging". Jadi walau burung ini bersuara "indah", tapi gaya dan penampilan dianggap "kurang menarik". Kebanyakan penggemar burung membandingkan dengan gaya Punglor Merah yang sangat populer dengan gaya :"teler" nya. 

sumber fotosingbird-collection

Anis Hutan (Sunda Thrush) Gacor

Sunda Thrush
(Zoothera andromedae)
Sunda Thrush (Zoothera andromedae), burung ini adalah burung asli Indonesia, tersebar di Sumatra (Bengkulu, pulau Enggano), Jawa Barat, Bali, Lombok, Malaysia dan Filipina.
Burung memiliki nama inggris Sunda Thrush, kalau diartikan apa jadi Punglor Sunda ? atau Anis Sunda ? tentu nama ini asing kedengarannya. Sedangkan di daerah Jawa Barat sendiri, terutama yang tinggal di sekitar kaki gunung Gede, burung ini sering disebut sebagai Anis Hutan.

Sunda Thrush (Zoothera andromedae) merupakan salah satu dari sekian banyak jenis Punglor (Anis), yang ada di Indonesia dan salah satu dari 39 spesies Zoothera yang ada di dunia.
Dilihat dari postur tubuh, burung ini lebih mendekati bentuk Punglor Sisik (Zoothera dauma/ Common Scaly Thrush) yang berasal dari pulau Sumatra (Sumatra Utara).
Corak tubuh juga memiliki sisik yang mirip dengan Punglor Sisik, hanya saja corak sisiknya tidak sebanyak Punglor Sisik.

Sunda Thrush, hidup atau berhabitat di hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis dan juga terdapat di hutan pegunungan lembab subtropis atau tropis.
Suka mencari makanan di atas permukaan tanah, mencari cacing dan serangga kecil di bawah lapisan tanah paling atas. Buah-buahan hutan juga menjadi pakan alternatif bagi burung ini, apabila cacing dan serangga tidak ditemukan.

Kemampuan berkicaunya, menurut beberapa referensi dikatakan burung ini juga memiliki kicauan yang lumayan merdu, dengan nada sedikit berdesah, tapi bisa mengalun panjang. Tapi karena karena termasuk burung yang mudah stress, agak susah untuk membuat burung ini berkicau. Adaptasi yang susah dengan tempat barunya, sehingga memerlukan waktu yang lumayan lama untuk melatih burung ini berkicau.


Related
- http://ibc.lynxeds.com/species/sunda-thrush-zoothera-andromedae

Punglor Macan nan Mewah dan Gacor

Punglor Macan
(Zoothera dohertyi)

source: http://ibc.lynxeds.com
Punglor Macan (Chesnut-backed Thrush), adalah salah satu dari keluarga Punglor (Anis) yang ada di Indonesia, yang memiliki nama ilmiah Zoothera dohertyi, dari namanya masih satu genus dengan keluarga Punglor lainnya seperti Punglor Kembang (Zoothera interpres) dan Punglor Merah (Zoothera citrina). Sama seperti kerabat punglor lainnya, Punglor Macan juga pintar berkicau dan menyenandungkan kicauan yang lembut dan merdu.

Penyebaran Punglor Macan menurut beberapa referensi dikatakan tersebar di Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba dan Timor. Kadang Punglor Macan disebut juga sebagai Punglor Ampenan, dikarenakan pasokan burung Punglor Macan di pulau Jawa dan Sumatra banyak berasal dari daerah Ampenan.

Kemiripan postur tubuh Punglor Macan yang sekilas mirip dengan Punglor Kembang, sehingga banyak orang sedikit bingung membedakan antara Punglor Macan dengan Punglor Kembang. Perbedaan utama terlihat dari ukuran tubuh. Punglor Macan berukuran lebih besar dari Punglor Kembang. Pada bagian kepala Punglor Macan juga didominasi dengan warna hitam, sedangkan bagian kepala Punglor Kembang berwarna coklat. Karena kemiripan ini kadang-kadang para penjual burung menyebut Punglor Macan sebagai Punglor Kembang Ampenan.

Punglor Macan adalah monotypic species, yang berarti tidak memiliki varian (subspecies). Populasi Punglor Macan saat ini di beberapa wilayah seperti di Lombok mengalami penurunan drastis, akibat perburuan liar terhadap burung ini. Untungnya saat ini penangkaran terhadap burung ini semakin banyak ditekuni oleh para penggemar dan pecinta burung di Indonesia, sehingga kita tidak terlalu kuatir tentang masa depan burung ini.

Burung ini di habitatnya berada di hutan basah, terutama yang berada dekat sumber air. Kebiasaan hidup suka mengais-ngais tanah untuk mencari sumber makanan, seperti cacing, ulat tanah dan serangga-serangga kecil yang berada di tanah yang lembab. Selain itu beberapa jenis buah-buahan juga kadang disantap oleh burung ini.

Perawatan:
Apabila di pelihara dalam sangkar, Punglor Macan bisa menerima pakan buatan (voer), jangkrik ukuran sedang, kroto dan buah-buahan seperti pisang, apel dan pepaya. Tapi makanan favoritnya adalah cacing yang berukuran sedang dan kecil.
Mandi di pagi hari, sangat baik untuk memacu burung ini agar cepat dan rajin berbunyi. Pada awal pemeliharaan burung ini, sebaiknya ditempatkan di tempat yang tenang, seperti di samping dan belakang rumah. Biarkan burung terbiasa dengan suasana barunya, dan biasanya setelah burung beradaptasi dengan tempat barunya, akan mulai ngriwik (belajar mengeluarkan kicauan secara perlahan).
Menurut beberapa penggemar burung kicauan, bahwa burung Punglor Macan adalah burung yang kurang memiliki sifat tarung (fighter), sehingga kurang maksimal ketika digantang di kontes lomba burung. Tapi dengan perawatan rutin dan sabar, tentunya burung ini pasti bisa menjadi burung yang handal.


Video: Punglor Macan

Related
- singbird-collection.blogspot.com
- ibc.lynxeds.com

Top Rank Post Bird

Bosh Smart Garden

  Taman Pintar Bosch Smart Grow Di Dalam Rumah Terobosan   Baru Dunia Pertanian Era 2023 "Menakjubkan dan tumbuh besar" – begitu...

Top Rank Popular Post